Wisata Aceh

Tempat Wisata Yang Wajib Di Kunjungi :

  • sabang island atau pulau weh

     Pulau Weh (atau We) adalah pulau vulkanik kecil yang terletak di barat laut Pulau Sumatra. Pulau ini pernah terhubung dengan Pulau Sumatra, namun kemudian terpisah oleh laut setelah meletusnya gunung berapi terakhir kali pada zaman Pleistosen.[1]Pulau ini terletak di Laut Andaman. Kota terbesar di Pulau Weh, Sabang, adalah kota yang terletak paling barat di Indonesia.

Pulau ini terkenal dengan ekosistemnya. Pemerintah Indonesia telah menetapkan wilayah sejauh 60 km² dari tepi pulau baik ke dalam maupun ke luar sebagai suaka alam. Hiu bermulut besar dapat ditemukan di pantai pulau ini. Selain itu, pulau ini merupakan satu-satunya habitat katak yang statusnya terancam, Bufo valhallae (genus Bufo). Terumbu karang di sekitar pulau diketahui sebagai habitat berbagai spesies ikan.
Anda pasti penasaran dengan wisata alam ini bagi anda yang belum pernah mangunjunginya. makanya jangan lewatkan wisata alam yang alami ini asli murni dan alami.







  laut ujung sumatra yang begitu sangat indah.
dengan air laut yang begitu tenang dan warnanya pun begitu indah di pandang, yang dari jauh dilihat nampak juga rumput-rumput laut,luar biasa.
Geografi
Pulau ini terbentang sepanjang 15 kilometer (10 mil) di ujung paling utara dari Sumatra. Pulau ini hanya pulau kecil dengan luas 156,3 km², tetapi memiliki banyak pegunungan. Puncak tertinggi pulau ini adalah sebuah gunung berapi fumarolik dengan tinggi 617 meter (2024 kaki).[1] Letusan terakhir gunung ini diperkirakan terjadi pada zaman Pleistosen. Sebagai akibat dari letusan ini, sebagian dari gunung ini hancur, terisi dengan laut dan terbentuklah pulau yang terpisah.Pulau Weh terletak di Laut Andaman, tempat 2 kelompok kepulauan, yaitu Kepulauan Nikobar dan Kepulauan Andaman, tersebar dalam satu garis dari Sumatra sampai lempeng Burma. Laut Andaman terletak di lempeng tektonik kecil yang aktif. Sistem sesar yang kompleks dan kepulauan busur vulkanik telah terbentuk di sepanjang laut oleh pergerakan lempeng tektonik.[2]
Di kedalaman sembilan meter (29,5 kaki) dekat dari kota Sabang, fumarol bawah laut muncul dari dasar laut.[3] Kerucut vulkanik dapat ditemui di hutan. Terdapat 3 daerah solfatara: satu terletak 750 meter bagian tenggara dari puncak dan yang lainnya terletak 5 km dan 11,5 km bagian barat laut dari puncak di pantai barat teluk Lhok Perialakot.
Terdapat empat pulau kecil yang mengelilingi Pulau Weh: Klah, Rubiah, Seulako, dan Rondo. Di antara keempatnya, Rubiah terkenal sebagai tempat pariwisata menyelam karena terumbu karangnya. Rubiah menjadi tempat persinggahan warga Muslim Indonesia yang melaksanakan haji laut untuk sebelum dan setelah ke Mekkah.[4]
Penduduk
Pulau Weh merupakan bagian dari provinsi Aceh. Sensus tahun 1993 menunjukan terdapat 24.700 penduduk di pulau ini.[5] Mayoritas dari populasi tersebut adalah suku Aceh dan sisanya Minangkabau, Jawa, Batak, dan Tionghoa.[6] Tidak diketahui kapan pulau ini pertama kali dihuni. Islam adalah agama utama, karena Aceh adalah provinsi khusus yang menetapkan hukum Syariah. Namun, terdapat beberapa orang Kristen dan Buddha di pulau ini. Mereka kebanyakan bersuku Jawa, Batak, dan Tionghoa.
Pada tanggal 26 Desember 2004 gempa bawah laut yang besar (9 skala Richter) terjadi di Laut Andaman. Gempa ini memicu terjadinya serangkaian tsunami yang menewaskan sedikitnya 130.000 orang di Indonesia.[7] Pengaruh terhadap pulau Weh relatif kecil,[8] tetapi tidak diketahui berapa banyak penduduk dari pulau itu yang tewas akibat gempa tersebut.
Ekonomi
   Dua kota utama di pulau ini adalah Sabang dan Balohan. Balohan adalah pelabuhan kapal feri yang bertugas sebagai penghubung antara pulau Weh dan Banda Aceh di daratan Sumatra. Sabang merupakan dermaga penting semenjak akhir abad ke-19, karena kota ini merupakan pintu masuk ke selat Malaka.Perekonomian Pulau Weh sebagian besar didominasi oleh agrikultur. Hasil utamanya adalah cengkeh dan kelapa.[6] Tempat pembiakan ikan berskala kecil berada di wilayah tersebut, dan nelayan secara besar-besaran menggunakan peledak dan sianida dalam memancing. Oleh sebab itu, semenjak tahun 1982, suaka alam dibentuk oleh pemerintah Indonesia yang termasuk 34 km² di daratan dan 26 km² di sekitar lautan.[5]
Pada tahun 1883, dermaga Sabang dibuka untuk kapal berdermaga oleh Asosiasi Atjeh.[9] Awalnya, pelabuhan tersebut dijadikan pangkalan batubara untuk Angkatan Laut Kerajaan Belanda, tetapi kemudian juga mengikutsertakan kapal pedagang untuk mengirim barang ekspor dari Sumatra utara.Sebelum terusan Suez dibuka tahun 1869, kepulauan Indonesia dicapai melalui Selat Sunda dari Afrika. Dari terusan Suez, jalur ke Indonesia lebih pendek melalui Selat Malaka. Karena kealamian pelabuhan dengan air yang dalam dan dilindungi dengan baik, pemerintah Hindia Belanda memutuskan untuk membuka Sabang sebagai dermaga.
Setiap tahunnya, 50.000 kapal melewati Selat Malaka.[10] Pada tahun 2000, pemerintah Indonesia menyatakan Sabang sebagai Zona Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas untuk mendapatkan keuntungan dengan mendirikan pelabuhan tersebut sebagai pusat logistik untuk kapal luar negeri yang melewati selat itu.[11] Prasarana untuk dermaga, pelabuhan, gudang dan fasilitas untuk mengisi bahan bakar sedang dikembangkan.
Pulau Weh juga terkenal dengan ekoturismenya. Menyelam, mendaki gunung berapi dan resor pantai adalah daya tarik utama dari pulau ini. Desa kecil Iboih, dikenal sebagai lokasi untuk berenang di bawah laut. Beberapa meter dari Iboih adalah Rubiah, yang dikenal dengan terumbu karangnya.[12]
Ekosistem
Selama tahun 1997-1999, Conservation International melakukan survei terhadap terumbu karang di wilayah tersebut.[5] Menurut survei, keanekaragaman terumbu relatif sedikit, tetapi keanekaragaman spesies ikan sangat besar. Beberapa spesies ditemukan selama survey termasuk di antaranya Pogonoperca ocellataChaetodon gardneriChaetodon xanthocephalusCentropyge flavipectoralisGenicanthus caudovittatusHalichoeres cosmetusStethojulis albovittatusScarus enneacanthusScarus scaber dan Zebrasoma desjardinii.[5]

Gempa bumi dan tsunami tahun 2004 memengaruhi ekosistem di pulau tersebut.[16] Di desa Iboih, petak tanaman bakau yang besar hancur. Puing dari daratan ditumpuk di karang-karang sekitarnya sebagai akibat tsunami. Pada tahun 2005, sekitar 14.400 bibit bakau ditanam kembali untuk menyelamatkan hutan bakau tersebut.[17]Pada 13 Maret 2004, spesimen langka dan tidak biasa dari spesies hiu bermulut besar, terdampar di pantai Gapang.[13] Hiu bermulut besar memiliki mulut besar yang khas, hidung yang sangat pendek dan lebar. Spesimen tersebut merupakan penemuan yang ke-21[13] (beberapa mengatakan ke-23[14]) dari spesiesnya sejak penemuannya pada tahun 1976. Hiu jantan yang berukuran panjang 1,7 meter (5,58 kaki) dan memiliki berat 13,82 kg (30,5 pon) yang membeku dikirim ke Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk penelitian lebih lanjut. Sampai tahun 2006, hanya terdapat 36 penemuan hiu bermulut besar di Samudra PasifikHindia, dan Atlantik.[15]
Selain daripada ekosistem bawah laut, pulau Weh merupakan satu-satunya habitat dari spesies katak yang terancam, bernama Bufo valhallae (genus "Bufo").[18] Spesies ini hanya dapat diketahui dari ilustrasi dari pulau ini. Karena penggundulan hutan di pulau Weh, populasi dari spesies tersebut tidak pasti.
  • Pantai Kasih

Banda Aceh, Indonesia

Pantai Kasih

Introduction

Pantai Kasih merupakan obyek wisata di Pulau Weh kota Bawah Sabang, hanya berjarak 2 km dari pusat kota Sabang. Pantai Kasih adalah pantai berbatu dengan banyak pohon kelapa di sepanjang semenanjung. Disini akan terlihat hamparan laut luas dengan keindahan sunsetnya, lalu lintas pelayaran kapal barang ataupun perahu nelayan. Hembusan angin laut yang sejuk yang dilengkapi dengan keindahan pepohonan serta pasir putih menjadikan pantai ini sangat cocok bagi orang-orang yang ingin bersantai.
Pantai ini berdekatan dengan pemukiman warga setempat oleh karena itu biasanya pantai kasih ramai pada sore hari. masyarakat setempat sering menikmati waktu sore hari untuk sekedar berjalan-jalan disekitar pantai.

Fasilitas

Di pantai ini juga terdapat beberapa benteng-benteng tempat senjata berat seperti meriam, peninggalan sejarah Perang dunia ke II. Selain itu terdapat pula area wisata kuliner yang menyediakan berbagai masakan khas setempat. Beberapa penginapan di pusat kota juga bisa Anda dapatkan.
  • Pulau Rubiah

Banda Aceh, Indonesia

Pulau Rubiah

Introduction

Pulau Rubiah adalah salah satu pulau yang terletak di daerah Nangroe Aceh Darussalam. Pulau ini merupakan bagian dari wilayah kota Sabang, tepatnya di sebelah barat-laut dari pulau Weh. Pulau yang seluas 26 hektar ini menawarkan keindahan surga bawah laut dan wisata bahari yang sangat memukau. Bahkan pulau ini dijuluki sebagai surga taman laut. Hal ini dikarenakan pulau ini layaknya sebuah akuarium yang berisikan berbagai macam hiasan di dalamnya.

Pulau ini sangat cocok bagi para wisatawan yang memiliki hobi snorkeling, diving atau berkeliling dengan perahu kaca (glass bottom boat) karena di pulau ini terdapat berbagai jenis terumbu karang yang sangat berwarna-warni dan berbagai macam bentuknya. Tentunya karang-karang yang membentuk sebuah gugusan yang sangat menarik tersebut akan sangat memanjakan mata para pecinta wisata bahari. Tak hanya terumbu karang yang menghiasi taman laut ini, berbagai jenis ikan tropis seperti gigantic clams, angel fish, school of parrot fish, lion fish dan banyak lagi yang lainnya menambah keeksotikan dari taman bawah laut di sini.
Bagi para pengunjung yang ingin menikmati keindahan taman bawah laut tersebut tidak perlu repot-repot membawa perlengkapan sendiri karena di pulau ini telah disediakan fasilitas penyewaan perlengkapan untuk snorkeling. Harganya pun cukup terjangkau, yakni sekitar Rp 40.000 per orang per hari. Atau dapat juga menyewa sebuah perahu dengan biaya Rp 150.000,- untuk beberapa jam. Apabila datang dengan rombongan bisa menyewa sebuah perahu (glass bottom boat) dengan biaya Rp 300.000,- untuk sekali jalan. Perahu ini dapat menampung 10-12 penumpang.

Fasilitas

Meskipun telah tersedia fasilitas penyewaan perlengkapan menyelam, namun pulau ini masih sangat minim fasilitas lainnya seperti fasilitas untuk menginap, gazebo untuk istirahat, dll.
Di pulau ini hanya terdapat sebuah warung makan kecil yang hanya buka pada pagi hingga malam hari saja. Bahkan bisa dikatakan pulau ini masih belum berpenghuni, jadi benar-benar masih alami. Meskipun tidak berpenghuni, namun keindahan pulau ini terutama keindahan taman bawah lautnya telah banyak mengundang para wisatawan baik domestik maupun mancanegara untuk datang kemari.

Selain menjadi tujuan wisatawan lokal maupun internasional, Pulau Rubiah ini ternyata juga dimanfaatkan sebagai tempat penelitian biota laut seperti terumbu karang dan ikan karang. Dari 15 jenis biota laut yang dilindungi oleh pemerintah Indonesia, 14 biota laut diantaranya terdapat di Taman Laut Pulau Rubiah ini. Sungguh sebuah tempat yang sangat pantas untuk dikunjungi terutama bagi wisatawan yang memiliki hobi menyelam. Jadi, segera cantumkan Pulau Rubiah di Nangroe Aceh Darussalam di daftar perjalanan Anda berikutnya. Happy trip and always save our earth.
  • Museum Tsunami

Jl. Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh, Aceh 23125, Indonesia

Museum Tsunami

Introduction

Mungkin masih teringat di benak Anda bencana dahsyatnya yang meluluh lantahkan Banda Aceh di tahun 2006 silam. Ya, bencana Tsunami dengan dashyatnya telah mengguncang Provinsi Aceh dan Sumatera Barat. Tidak hanya Banda Aceh saja yang terkena bencana dahsyat Tsunami, Negara-negara lain yang berada di kawasana Samudra Hindia pun turut terkena imbasnya. Untuk mengenang Bencana Tsunami tersebut, di bangun lah sebuah gedung Musium di Banda Aceh yang bernama "Musium Tsunami". Museum ini resmi dibuka pada akhir Februari 2009 lalu. Bangunan Museum ini terbilang unik, disain bangunan ini di pilih melalui audisi yang akhirnya di menangkan oleh Bapak M. Ridwal Kamil, yang merupakan seorang dosen ITB.
Pembangunan Museum menghabiskan dana yang cukup besar yaitu sekitar Rp 140 milyar, oleh karena itu tak heran jika Museum ini sangat megah. Gaya Arsitektur Museum Tsunami terbilang sangat unik dan di klaim sebagai bangunan anti Tsunami. Pondasi Museum merupakan kombinasi dari bangunan panggung yang diangkat ke atas bukit. Jika kita melihat Museum ini dari atas bentuk Museum ini menyerupai bentuk gelombang Tsunami yang berputar. Namun, jika melihat dari bawah atau samping Museum ini akan terlihat menyerupai kapal pesiar yang sangat besar.
Ketika Anda memasuki Museum Tsunami ini melalui pintu utama Anda akan disambut dengan lorong-lorong gelap dengan efek air yang jatuh dari atas, seolah-olah Anda sedang berada di dalam gelombang Tsunami. Setelah itu Anda akan tiba di ruang pameran. Ruang pameran ini di dominasi warna gelap. Di ruangan ini Anda bisa melihat foto-foto pasca kejadian Tsunami. Ada juga Ruang Cahaya Tuhan, di sini Anda bisa menguji diri Anda menghadapi gelombang Tsunami dengan melawan arus gelombang, dan jika Anda berhasil Anda akan menuju Jembatan Harapan, jembatan ini seolah-olah akan membantu Anda menuju tempat tinggi untuk menjauh dari Tsunami. Di tempat ini Anda juga bisa melihat film documenter tentang tsunami yang berdurasi sekitar 15 menit. Jadi, luangkan waktu Anda untuk mengunjungi Museum ini, karena selain bisa berwisata Anda juga bisa memperoleh Edukasi tentang bagaimana mempersiapkan diri menghadapi bahaya Tsunami.
  • Air Terjun Suhom

Air Terjun Suhom

Air Terjun Suhom
Air Terjun ini berada di Desa Suhom, Kecamatan Lhoong, Aceh Besar. Untuk bisa mencapai tempat wisata ini, Anda harus melewati jalanan naik-turun dengan pemandangan pegunungan Paro dan Kulu. Di tengah perjalanan, jangan kaget saat melihat banyak monyet berkeliaran di jalan. Monyet-monyet ini biasanya meminta buah-buahan atau makanan ringan lain pada pengguna jalan yang lewat.
Air terjun setinggi 50 meter ini dibagi menjadi tiga tingkat, namun Anda tidak diperbolehkan naik menuju tingkat dua dan tiga demi alasan keselamatan karena adanya pembangkit listrik bertegangan tinggi.
Meskipun begitu, tempat wisata di Aceh ini tetap menyajikan pemandangan yang luar biasa. Anda bisa berenang di telaga sedalam dua meter di bawah air terjun atau menemani anak-anak bermain air di kolam renang anak. Tak ingin bermain air? Silakan bersantai di gazebo yang telah disediakan sambil menikmati makanan yang banyak dijual di sekitar lokasi air terjun.
  • Pantai Lampuuk

Pantai Lampuuk

Pantai Lampuuk
Warga Aceh tak perlu merasa iri dengan Bali yang memiliki banyak pantai indah karena di Aceh juga terdapat banyak pantai dengan pemandangan menakjubkan. Salah satu tempat wisata pantai yang bisa diandalkan adalah Pantai Lampuuk. Pantai ini disebut juga sebagai Pantai Kuta di Aceh.
Pantai Lampuuk memiliki garis pantai sepanjang 5 km dari selatan ke utara dengan pasir putih lembut dan tebing karang di ujung pantai. Banyak kegiatan yang bisa Anda lakukan di pantai ini mulai dari berselancar, berjemur, berenang dan juga bermain banana boat.
Satu lagi kegiatan menarik yang bisa Anda lakukan di tempat wisata ini adalah melihat upaya pelestarian penyu. Anda bisa ikut melepas tukik ke laut lepas. Seru, ya? Liburan sekaligus menjaga kelestarian alam.
Jika belum puas menikmati Pantai Lampuuk dalam sehari, Anda bisa menginap di cottage yang ada di kawasan pantai. Selain bisa lebih lama menikmati keindahan pantai ini, Anda juga bisa memuaskan perut dengan aneka sajian ikan bakar di warung-warung sekitar pantai.
  • Air Terjun Suhom

Air Terjun Suhom

Air Terjun Suhom
Air Terjun ini berada di Desa Suhom, Kecamatan Lhoong, Aceh Besar. Untuk bisa mencapai tempat wisata ini, Anda harus melewati jalanan naik-turun dengan pemandangan pegunungan Paro dan Kulu. Di tengah perjalanan, jangan kaget saat melihat banyak monyet berkeliaran di jalan. Monyet-monyet ini biasanya meminta buah-buahan atau makanan ringan lain pada pengguna jalan yang lewat.
Air terjun setinggi 50 meter ini dibagi menjadi tiga tingkat, namun Anda tidak diperbolehkan naik menuju tingkat dua dan tiga demi alasan keselamatan karena adanya pembangkit listrik bertegangan tinggi.
Meskipun begitu, tempat wisata di Aceh ini tetap menyajikan pemandangan yang luar biasa. Anda bisa berenang di telaga sedalam dua meter di bawah air terjun atau menemani anak-anak bermain air di kolam renang anak. Tak ingin bermain air? Silakan bersantai di gazebo yang telah disediakan sambil menikmati makanan yang banyak dijual di sekitar lokasi air terjun.
  • Pantai Lhoknga

Pantai Lhoknga
Add caption




  • Pantai Lhoknga


Pantai Lhoknga berada tak jauh dari Pantai Lampuuk. Tempat wisata ini berjarak sekitar 20 km dari Banda Aceh. Di sini, Anda bisa bersantai di bawah pepohonan yang rindang atau bermain voli pantai di pasirnya yang luas dan landai.
Jika bersantai dan berjemur di tepian pantai masih kurang menyenangkan bagi Anda, cobalah berselancar di lautnya. Pantai Lhoknga memiliki ombak dengan ketinggian 1,5 – 2 meter yang cocok untuk olahraga ini.
Hari beranjak sore, jangan pulang dulu. Jangan lewatkan pemandangan matahari terbenam yang cantik di pantai ini. Tempat wisata di Aceh ini semakin ramai pada sore hari, banyak yang datang untuk melihat pemandangan matahari terbenamnya dengan duduk bersantai dan menikmati jagung bakar.
  • Pantai Ulee Lheue

Pantai Ulee Lheue

Pantai Ulee Lheue

Tempat wisata yang satu ini hanya berjarak 3 km dari pusat kota Banda Aceh, tepatnya di Kecamatan Meuraxa.
Kegiatan yang paling populer di pantai ini adalah memancing. Jika Anda lupa membawa alat pancing, tidak usah khawatir karena ada yang menjualnya di sekitar pantai. Tak suka memancing? Anda juga bisa menyewa perahu nelayan untuk berlayar di lautnya atau duduk santai di tepian pantai menikmati jagung bakar. Dari pantai, Anda bisa melihat barisan pegunungan diseberang yang menambah keindahan Pantai Ulee Lheue.


  • Masjid Raya Baiturrahman

Masjid Raya Baiturrahman

Masjid Raya Baiturrahman
Masjid yang dibangun oleh Sultan Iskandar Muda pada tahun 1612 ini telah menjadi ikon Aceh. Bangunan utama masjid berwarna putih dengan kubah hitam besar dikelilingi oleh tujuh menara. Kesan megah semakin terasa dengan adanya kolam besar dan pancuran air di bagian depan masjid yang mengingatkan pada Taj Mahal di India.
Masjid ini menjadi tempat wisata religi di Aceh yang banyak dikunjungi karena keindahannya. Situs Huffington Post memasukkan Masjid Raya Baiturrahman ke dalam daftar 100 masjid terindah di dunia, bahkan Yahoo! menyebut masjid ini sebagai salah satu dari 10 masjid terindah di dunia. Hal ini tentu saja semakin membuat bangga warga Aceh dan Indonesia.
Jika ingin membeli suvenir, Anda bisa datang ke Pasar Aceh yang terletak di belakang masjid. Setelah puas berkeliling, Anda bisa berwisata kuliner karena ada banyak penjual makanan di pasar ini.

Saran saya bagi anda tourist atau wisatawan atau para pecinta wisata yang ke aceh  ada baiknya anda tourist dll, memakai seragam atau pakain yang sewajarnya saja, karena aceh itu memiliki adat islamiah yang cukup ketat, beda dengan BALI yang bisa berpakain cenderung membuka aurat, tapi jangan khawatir bagi tourist karna warga aceh itu ramah-ramah loh, jadi bila kamu sekalian sopan merekapun segan.
        "AYOKEACEH,TENGOKACEH,WISATAACEH,ADVENTUREACEH,KABARACEH"




Share on Google Plus

About Unknown

0 comments:

Post a Comment